Posts Tagged 3ds max 9

Materials and Mapping

Material merupakan textur dalam bentuk gambar /foto digital dan 3ds Max mendukung semua jenis tipe  gambar baik itu JPG Bitmap, TIFF, PNG, TGA, BMP, EPS, bahkan  PSD (photoshop). Sedangkan Mapping merupakan tekhnik menyesuiakan textur ke dalam objek 3d yang kita buat. Coba lihat gambar di atas, model karakter Guy Fawkes yang masih dalam warna standar, dengan sedikit penambahan textur yang terorganisir membuatnya jauh lebih hidup.

MATERIAL  EDITOR

Untuk memunculkannya klik menu Rendering > klik Material Editor atau bisa hanya dengan menekan tombol “M” di keyboard. Material editor merupakan jendela untuk mengedit atau memasukkan textur ke dalam objek.

Sebagai contoh buat satu buah Box di jendela Top, tekan “M” untuk memunculkan jendela Material Editor.

Pilih Slot yang masih kosong, buka Maps Rollout di bagian bawah jendela (jika tidak terlihat, arahkan pointer ke area kosong sampai berubah gambar tangan lalu geser ke atas).

Klik tombol None di barisan Diffuse Color, akan muncul jendela baru (material/Map Browser), klik dua kali Bitmap, di jendela Select Bitmap File telusuri lokasi file di sini

C:\Program Files\Autodesk\3ds Max 9\maps\Wood

Klik dua kali file Fence, atau klik file Fence lalu klik tombol Open.

, , , , ,

Leave a comment

Lighting (Pencahayaan)

Pada panel Create klik tombol bergambar lampu di barisan Category Objects. Ada dua jenis metode pencahayaan dalam 3ds Max, yang di sebut Photometric dan Standard. Photometric  merupakan satu metode yang memiliki fitur khusus dan sangat kompleks, untuk itu membutuhkan pemahaman yang lebih dalam.

Sedangkan fokus pembahasan pada modul di sini adalah Standard Lighting. Ada delapan jenis fisik metode pencahayaan Standard di antaranya Target Spot, Free Spot, Target Direct, Free Direct, Omni, Skylight, mr Area Omni dan mr Area spot. Sebagai simulasi kita buat dua objek di jendela Top, pertama Plane dengan ukuran width: 400 dan Height : 400, kemudian Sphere di atasnya dengan radius 20.

1. Target Spot

Cara membuatnya, di panel  Create klik tombol Lights di barisan Category Object lalu klik tombol Target Spot. Di jendela Left klik dari atas kemudian drag ke arah objek (lihat gambar). Coba render di jendela Perspective untuk melihat hasilnya.

Di lihat dari segi fisiknya Target Spot terbagi menjadi beberapa bagian,

Source Light : Sumber cahaya.
Target : Arah jatuhnya cahaya.
Hotspot/Beam :  Batas cahaya utama.
Falloff/Field : Batas terluar cahaya.

Kita bisa memindahkan masing-masing bagian atau bahkan keseluruhan dari target spot. Klik source light lalu geser salah satu sumbu ke arah yang kita inginkan, sama halnya juga dengan target. Jika ingin memindahkan spot light keseluruhan kita harus memilih garis yang menghubungkan antara source light dengan target (gunakan salah satu jendela, klik di ruang kosong maka garis akan terlihat).

2. Free Spot

Sama dengan Target Spot hanya bedanya Free Spot tidak memiliki target. Ketika source light di pindahkan (move) atau di putar (rotate) maka semua bagiannya ikut bergerak. Cara membuatnya cukup klik satu kali di salah satu jendela.

3. Target Direct

Klik tombol Target Direct, buat di jendela Front atau Left, klik tahan lalu geser kearah objek.

4. Free Direct

Klik tombol Free Direct, klik satu kali di jendela Front, kemudian gunakan Select and Rotate untuk memutar  arah cahaya ke objek. Sesuai dengan namanya Free Direct tidak memiliki Target (kotak kecil) sebagai panduan tempat jatuhnya cahaya.

5. Omni

Klik tombol Omni lalu klik satu kali di salah satu jendela sampai muncul objek berbentuk seperti permata.

6. Skylight

Klik tombol Skylight lalu klik satu kali di jendela mana saja yang di inginkan, karena posisi objek Skylight tidak mempengaruhi hasil pencahayaan. Skylight membutuhkan Plugin untuk  mendapatkan hasil yang lebih baik. Tekan  tombol F10 di keyboard, di bagian atas klik tab Advanced Lighting, klik kotak yang bertuliskan <no lighting plug-in>, pilih Light Tracer (Lihat gambar di atas). Coba render di jendela perspective untuk melihat hasilnya.

7. mr Area Omni dan mr Area spot

Dua huruf di depan “mr” merupakan singkatan dari Mental Ray, alternative mesin render untuk mendapatkan hasil yang lebih realistik (lihat modul 3ds max Rendering, D. Assign Renderer). Tapi kedua jenis pencahayaan ini juga bisa di gunakan pada render standard.

Parameters

Semua objek pencahayaan (Target Spot, Free Direct, Omni, dll.) memiliki opsi yang bisa kita atur sesuai kebutuhan. Jika salah satu objek pencahayaan sudah di buat, buka Modify Panel maka akan muncul beberapa parameter rollout yang ada di bagian bawah. Jika tidak semua parameter muncul arahkan pointer di tempat yang kosong sampai berubah menjadi gambar tangan lalu tarik ke atas.

A. Kotak ceklis On dan Target di dalam group Light Type: untuk mengaktifkan cahaya dan targetnya.
B. On dalam group Shadow: untuk mengaktifkan bayangan dan kotak di bawahnya untuk menentukan jenis bayanganya.
C. Multiplier : menambah/mengurangi intensitas cahaya. Kotak putih di sebelahnya untuk mengganti warna cahaya.
D. Hotspot/Beam dan Falloff/Field: menentukan luas area cahaya opsi ini hanya ada pada jenis cahaya Spot dan Direct.
E. Kotak Color dan Dens: menentukan warna bayangan dan intensitas bayangan.
F. Tombol Add untuk menambahkan effect dalam pencahayaan seperti asap, api, lens flare dan lain-lain.

Untuk mengetahui fungsi dari masing-masing opsi sebaiknya explorasi kemudian render satu-persatu untuk mengetahui hasilnya.

Jika ada pertanyaan tulis pesan di kotak komentar, semoga bermanfaat.

, , , ,

Leave a comment

Rendering (melihat hasil akhir)

Rendering merupakan proses untuk melihat hasil akhir dari pekerjaan kita di 3ds Max.  Cara kerjanya dengan mengkalkulasikan semua data yang berkenaan dengan objek, ukuran, bentuk, pencahayaan, bayangan, warna material, efek dan pergerakan, kemudian mengumpulkannya menjadi susunan gambar yang disebut animasi. Di bawah ini merupakan tool-tool pendukung dalam melakukan proses rendering. Posisinya ada di bagian paling kanan barisan Main Toolbar. Jika tidak kelihatan posisikan saja pointer ke bagian yang kosong atau pada garis tipis yang memisahkan tiap kategori sampai pointer berubah gambar tangan lalu geser kearah kiri, maka akan muncul tiga bagian utama dari tool rendering.

1. Render Scene Dialog

Atau bisa di munculkan dengan menekan tombol F10 di keyboard. Satu jendela yang berisi pilihan-pilihan untuk mengatur sebelum proses render.

A. Time Output, terdiri dari :

Single : hanya merender satu frame yang aktif (satu gambar).

Active Time Segment: Merender semua frame yang ada di Timeline (animasi).

Range : Memasukkan angka dari frame sekian ke frame berapa yang akan di render.

Frame : Memasukkan angka frame berapa saja yang akan di render.

B. Output Size

Luas ukuran dari hasil render, satuan ukuranya berdasarkan Pixel. 320×240, 720×486, 640×480 dan seterusnya. Jika luas ukuran hasil render yang kita inginkan tidak tercantum, kita bisa langsung mengisi angka pada kotak Width dan Height.

C. Render Output

Dengan menekan tombol Files berarti menentukan lokasi dimana hasil render akan di simpan ke dalam hardisk/komputer. Biasanya cara ini di tempuh jika akan merender pergerakan (animasi), jika hanya merender gambar diam maka lewatkan saja. Akan muncul jendela dialog, tentukan dimana file akan di simpan, beri nama di kotak File Name.

kemudian  di bagian bawah ada kotak Save as Type, kotak ini berisi pilihan atas jenis file apa yang akan di gunakan. Jika berupa animasi biasanya menggunakan AVI File (*avi) atau MOV Quick Time (*mov), tapi jika hanya berupa gambar umumnya menggunakan JPEG File, BMP Image File, PNG Image File atau TIF Image File.

D. Assign Renderer

default scene renderer (kiri) mental ray (kanan)

Ada dua jenis metode render di 3ds Max, masing-masing memiliki fitur yang berbeda. Jika hanya ingin merender dengan hasil standar maka cukup gunakan Default Sceneline Renderer. Ada juga yang di sebut dengan Mental Ray, metode render dengan hasil lebih baik tapi juga fitur yang lebih kompleks. Klik tombol di barisan Production maka akan muncul  jendela dialog Choose Renderer. Di luar kedua jenis renderer ini kita juga bisa menambahkan plugin V-Ray renderer untuk mendapatkan hasil yang lebih realistik, tapi sebelumnya harus melalui proses install.

E.Viewport

Menentukan jendela mana yang akan di render Top, Front, Left atau Perspective.

F. Render

Tombol untuk melihat hasil akhir (render), akan muncul jendela yang menampilkan data selama proses render. Di bawah ini merupakan gambar jadi yang sudah melalui proses render.

Save Bitmap : Menyimpan gambar ke dalam komputer.

Duplicate : Menggandakan jendela render. Manfaatnya kita bisa membandingkan hasil render yang baru dengan hasil render sebelumnya tanpa harus menyimpan keduanya ke dalam computer.

RGB Channels : Satuan warna yang di gunakan, terdiri dari Red (merah), Green (hijau) dan Blue (biru). Dengan adanya channel ini kita bisa melihat bagian mana saja dari objek yang mengandung warna merah, hijau dan biru.

Alpha Channel : Mengukur tingkat transparansi pada objek, jika objek berwarna putih berarti solid (padat), jika berwarna abu atau hitam berarti transparan.

Clear : Mengahpus gambar yang ada di jendela render.

 

2. Render Type

Pilihan dalam merender. Secara default bertuliskan View artinya semua objek yang ada di dalam jendela akan di render, jika memilih Selected kemudian klik salah satu objek maka hanya objek terpilih yang akan di render.

 

3. Quick Render

Cara cepat untuk render , bisa juga dengan menekan F9, tapi kita harus menentukan (klik) terlebih dahulu jendela mana yang akan di render, misalnya klik di jendela perspective tekan F9 maka jendela ini yang akan tampak hasilnya. Jika pertama kali merender menggunakan cara ini maka akan berlaku seterusnya walaupun yang aktif sekarang di jendela top. Jika ingin mengganti ke jendela lain yang ingin di render, aktifkan (klik) jendela yang di inginkan lalu tekan tombol Shift+Q.

Masalah background pada jendela render biasanya masih berwarna hitam, untuk menggantinya tekan angka 8 di keyboard, akan muncul jendela dialog Environment and Effects. Klik kotak Color yang berwarna hitam, kemudian di jendela lain yang muncul (Color Selector : Background Color) tarik tombol segitiga kecil ke bagian yang berwarna putih, klik tombol Close lalu render ulang.

,

Leave a comment

Interface (tampilan program)

A. Command Panel

Letaknya di bagian kanan monitor, berisi perintah-perintah seperti membuat objek, merubah ukuran dan warna, mengatur animasi dan lain sebagainya.
Terdiri dari enam panel utama yang masing-masing panel memiliki sub-sub kategori. Di bawah ini merupakan dua panel yang paling sering di gunakan dan wajib untuk di pahami.

1. Create Panel

Create Panel : Panel khusus untuk membuat objek-objek dasar. Di bawahnya ada tombol-tombol pilihan kategori (category object), mulai dari objek berbentuk 3 dimensi atau 2 dimensi, membuat pencahayaan, membuat sudut pandang kamera dan lain-lain. Jika kotak Standard Primitives di klik, akan muncul menu-menu tambahan untuk membuat objek.
Pada Create Panel coba Klik tombol Teapot, klik tahan lalu geser (drag) di salah satu dari empat kotak viewport yang bertuliskan Top, maka akan tercipta satu objek 3 dimensi.

2. Modify Panel.

Modify Panel : Tempat untuk merubah bentuk, ukuran, nama dan warna dari objek yang sudah kita buat. Di bagian bawah terdapat Parameters rollout (kotak dengan tanda minus (-) di bagian kiri), di dalamnya ada data mengenai objek yang di buat. Kotak Radius untuk mengatur besar-kecilnya objek, kotak Segments mengatur banyaknya garis pada objek, kotak-kotak Cheklist Body, Handle, Spout dan Lid merupakan bagian objek yang bisa dimunculkan atau dihilangkan. Tampilan Modify Panel akan berubah sesuai dengan objek yang di buat.
Perlu untuk di pahami juga bahwa, data objek yang ada di Modify Panel akan kosong jika tidak ada objek yang di pilih (klik).

B. Viewport

Sering juga disebut “Jendela”, di sini kita akan lebih banyak bekerja nantinya. Ada empat jendela yang sudah di tetapkan yaitu Top, Front, Left dan Perspective. Tiga jendela pertama (Top, Front dan Left) di sebut juga sebagai jendela Orthographic, karena hanya menampilkan objek dari satu sisi saja atau dua dimensi (2D). Berbeda dengan jendela Perspective, yang tampilanya sudah menunjukkan hasil sementara dari objek yang hampir semua sisinya bisa di lihat.
Objek yang ada di masing-masing jendela adalah Satu, karena ini merupakan software 3D maka kita butuh melihat objek dari sudut pandang yang berbeda (atas, depan dan samping) secara bersamaan dalam satu waktu.
Jendela Orthographic biasanya hanya menampilkan objek dengan garis, keadaan ini bisa kita rubah dengan menekan tombol F3 pada keyboard, lalu F4 jika ingin memunculkan garis sekaligus warna, tentu saja harus di tentukan dulu (klik) di jendela mana yang ingin di rubah.

C. Viewport Control

Letaknya di sudut kanan bawah monitor, fungsinya untuk mengendalikan (control) tampilan dari ke empat jendela yang ada. Zoom misalnya, klik icon no 1 lalu drag (klik tahan geser) ke atas/ke bawah di jendela Left agar objek terlihat lebih dekat, atau bisa juga memanfaatkan tombol scroll yang ada pada mouse. Aktifkan icon no 6, Pan View (gambar tangan), drag ke kiri/kanan, atas/bawah untuk menggeser tampilan.

Kemudian ada icon no 7 (Arc Rotate), fungsinya untuk melihat objek dari segala arah. Tapi perlu di ingat bahwa tool ini digunakan khusus di jendela perspective. Aktifkan jendela Perspective lalu klik icon Arc Rotate, akan muncul garis lingkaran berwarna kuning, bekerjalah di dalam lingkaran itu dengan me-drag ke arah yang diinginkan.

D. Main Toolbar

Jika tidak semua Main Toolbar tampil seperti di atas, itu di sebabkan karena resolusi monitor yang di gunakan berbeda. Arahkan saja pointer ke area yang kosong pada Main Toolbar atau ke salah satu garis tipis yang memisahkan tiap-tiap group lalu drag ke kiri atau ke kanan.
Ada tiga bagian penting dalam Main Toolbar yang harus di pahami bagi kita yang baru mengenal 3ds Max.

  1. Undo : fungsinya untuk mengulang jika terjadi kesalahan. Sekecil apapun kesalahan yang kita lakukan di 3ds Max biasakan untuk menekan tombol ini, klik berulang kali untuk mengulang langkah demi langkah, bisa juga dengan menekan tombol Ctrl+Z di keyboard.
  2. Redo : kebalikan dari Undo, atau tekan tombol Ctrl+Y.

  1. Select and Move : Diwakili dengan huruf “W” di keyboard, fungsingya untuk memindahkan objek. Jika tool ini aktif akan muncul dua sumbu “X” dan “Y” di jendela orthographic (top, front dan left). Sedangkan di jendela Perspective, di dalam objek ada tiga sumbu “X”, “Y” dan “Z”. Sumbu-sumbu ini yang digunakan untuk memindahkan objek, klik garis dari masing-masing sumbu untuk memindahkan objek kearah yang diinginkan.
  2. Select and Rotate : Untuk mengaktifkannya bisa dengan menekan huruf “E” di keyboard. Akan muncul garis lingkaran berwarna, warna hijau mewakili sumbu Y, merah sumbu X dan biru untuk sumbu Z. Sebagai alat bantu aktifkan Angle Snap Toggle di barisan Main Toolbar agar objek yang berputar sesuai dengan derajat kemiringan.
  3. Select and Uniform Scale : Bisa juga dengan menekan huruf “R” di keyboard, fungsinya untuk memperbesar/memperkecil objek dan jika tool ini aktif maka sumbu akan berubah menjadi bentuk segitiga. Jika salah satu sumbu di tarik maka pembesaran/pengecilan objek sesuai dengan arah sumbu yang aktif, tapi jika di bagian tengah segitiga yang di tarik maka semua objek akan berubah.

E. Menu Bar

Isinya tidak jauh berbeda dengan software lain pada umumnya, di menu File ada Save/Save As untuk menyimpan hasil kerja kita, ada Open untuk membuka dokumen yang pernah dikerjakan, ada Export/Import dan lain sebagainya.

Terkadang tampilan program 3ds Max yang kita jalankan mengalami gangguan seperti beberapa tombol yang gambarnya tidak muncul dan lain sebagainya, untuk mengatasi ini klik menu Customize>Load Custom UI Scheme… kemudian jelajahi lokasi file di sini

C:\Program Files\Autodesk\3ds Max 9\ui

Pilih satu file dengan nama ame-light klik tombol open, tunggu beberapa saat sampai tampilannya berubah. Ulangi cara di atas dan pilih DefaultUI.

, , , , ,

Leave a comment

Getting Started (memanggil program)

Jika software 3ds Max sudah terinstal ke dalam komputer maka windows secara otomatis memasukannya ke dalam kategori program.

Di bawah kiri monitor terdapat tombol Start, di dalam group All Program ada satu folder dengan nama Autodesk,  di dalamnya masih terdapat folder Autodesk 3ds Max 9 32 bit, di dalam folder ini klik Icon program dengan nama yang sama.

Masing-masing komputer memiliki tampilan yang berbeda tergantung dari berapa banyak program yang terinstal ke dalam komputer.

, ,

Leave a comment

Intro

3D Studio Max, biasa di sebut 3ds Max atau hanya Max saja. Perangkat lunak (software) yang sangat powerfull bila digunakan untuk rendering, pembuatan karakter mahluk atau objek standard dalam bentuk 3 dimensi, sekaligus animasinya. 3ds Max merupakan software yang paling populer dalam pembuatan objek 3 dimensi di banding software lain yang sejenis karena fitur-fiturnya yang lengkap sekaligus cara penggunaannya yang mudah (user friendly). Software ini banyak sekali digunakan di berbagai bidang mulai dari arsitektur, interior, desain grafis, desain produk, film, sampai ke dunia broadcast.

 

sumber : all-free-download.com, my.opera.com, pycomall.com,

desainstudio.com, duber.cz, ngobrolaja.com, arialgraphic.co.cc

Sekarang banyak software sejenis yang beredar, tiap produk (software) memiliki kelebihanya sendiri-sendiri. 3DS Max selain kemampuanya membuat model dan gerakan animasi juga bagus dalam tekhnik pencahayaan dan rendering, apalagi ada tambahan Plug-in dengan nama V-ray Renderer yang bisa bikin hasil jauh lebih realistic. Ada yang namanya Z Brush software 3D yang sanggup mengejar detail model paling abstrak sekalipun, ada AutoCad dengan akurasi ukurannya, Blender dengan fitur yang tidak kalah bagus tapi juga free (gratisan), Poser bikin mudah membuat animasi gerakan dan masih banyak lagi yang bila di liat dari kebutuhan di masing-masing bidang (arsitektur, desain grafis, perfilman dll) software 3D akan terus berkembang. Oleh Karena itu tidak ada ruginya menguasai lebih dari satu software 3D, karena biasanya satu software membutuhkan software yang lain untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal.

Melirik sedikit tentang perkembanganya 3ds Max di release oleh Autodesk Media & Entertainment (dulunya dikenal sebagai Discreet and Kinetix). Perangkat lunak ini dikembangkan dari pendahulunya 3D Studio for DOS, tetapi untuk platform Win32. Kinetix kemudian bergabung dengan akuisisi terakhir Autodesk, Discreet Logic. (www.id.wikipedia.com). Pada saat artikel ini di tulis (Okt 2010) 3ds Max sudah mengeluarkan versi yang ke 11 (3ds Max 2011), untuk mengetahui penambahan fitur-fitur baru yang ada di dalamnya silahkan kunjungi www.usa.autodesk.com. Di bawah ini merupakan tampilan awal dari 3ds Max 2011.

sumber: autodesk-3ds-max.en.malavida.com

Karena satu dan lain hal pembahasan 3ds Max di sini masih menggunakan versi 9. Sebelum kita mulai bersentuhan dengan Max ada baiknya kita mengetahui apa saja yang di butuhkan sebelum kita menginstal ke dalam komputer,

SYSTEM REQUIREMENTS (sistem yang di butuhkan)

Operating System (sistem operasi)

  • Microsoft Windows 2000 SP 4
  • Microsoft Windows XP Home or Professional SP 2
  • Microsoft Windows XP Professional x64
  • DirectX 9.0c (harus) OpenGL (pilihan)
  • .NET Framework 2.0

Browser

  • Microsoft Internet Explorer 6.0 SP1 atau yang lebih tinggi.

Processor

Windows 32 Bit

  • Intel Pentium IV, AMD Athlon, atau yang lebih tinggi.
  • 512 MB RAM (di anjurkan memakai 1 GB)

Windows 64 Bit

  • Intel EM64T, AMD Athlon 64, AMD Opteron atau yang lebih tinggi
  • 1 GB RAM (di anjurkan memakai 4 GB)

Lain-lain

  • Resolusi monitor 1024 x 768 mode warna True Color
  • Ruang Hardisk 1 GB
  • Mouse dan keyboard
  • CD-ROM  atau DVD- ROM

Informasi lebih lengkap silahkan kunjungi situs resmi www.usa.autodesk.com .

Semoga bermanfaat.

, , ,

Leave a comment

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 786 other followers

%d bloggers like this: